03.11.2007 12:46:09 10325x dibaca.
ARTIKEL
Oleh : Ika Kurniati
Guru SMK PL Tarsisius I Semarang
Awal tahun ajaran baru mempunyai banyak cerita untuk tiap-tiap orang tua yang mempunyai anak bersekolah. Diterima di sekolah favorit orang tua pasti bangga, sebaliknya belajar di sekolah yang biasa saja ya... biasa saja.
Sekolah Top = Masa Depan Cerah?
Diterima di sekolah favorit mempunyai kebanggaan tersendiri bagi para orang tua. Masa depan pasti cerah karena sejak awal anak belajar bersaing dengan
teman-teman yang cerdas, mempelajari teknologi yang canggih, menguasai bahasa asing dengan fasih, mengikuti kegiatan ekstra lebih dari satu. Semua lengkap, masa depan sudah pasti dalam genggaman. Apakah ini berarti orang tua yang mempunyai anak di sekolah biasa tidak mempunyai masa depan secerah anak-anak di sekolah favorit?
Pendapat Orang Kaya tentang Penentu Kesuksesan
Dari hasil survey yang dilakukan oleh Thomas J. Stanley, Ph.D , yang ditulis dalam buku The Millionaire Mind. Survey dilakukan di Amerika dengan total 1001 responden, dimana 733 responden adalah miliuner. Memiliki IQ yang tinggi/superior menduduki peringkat 21 sebagai salah satu faktor penentu kesuksesan seseorang. Bagaimana dengan belajar di sekolah top/favorit? Masuk sekolah top ternyata masuk peringkat 23 sebagai salah satu faktor penentu kesuksesan. Lalu, apa saja yang menjadi faktor utama penentu kesuksesan?
Berdasarkan penelitian Thomas J. Stanley, Ph.D, 30 faktor penentu kesuksesan berdasarkan urutan pengaruhnya sebagai berikut:
- Bersikap jujur kepada semua orang
- Mempunyai disiplin yang baik
- Pintar bergaul
- Mempunyai pasangan hidup yang mendukung
- Bekerja lebih keras daripada orang lain
- Mencintai karier/pekerjaan
- Memiliki kualitas kepemimpinan yang baik dan kuat
- Memiliki semangat/kepribadian yang sangat kompetitif
- Mengatur hidup dengan sangat baik
- Memiliki kemampuan untuk menjual ide/produk
- Melakukan investasi dengan bijaksana
- Melihat peluang yang tidak dilihat oleh orang lain
- Menjadi bos atas diri sendiri
- Berani mengambil resiko keuangan bila memberikan hasil yang baik
- Memiliki mentor yang baik
- Memiliki hasrat untuk menjadi figur yang dihormati
- Membangun usaha sendiri
- Menemukan peluang yang menguntungkan
- Memiliki energi yang besar
- Fisik yang sehat
- Memiliki IQ yang tinggi
- Mengambil spesialisasi
- Masuk sekolah yang top
- Mengabaikan kritik orang yang tidak ada gunanya
- Hidup hemat
- Memiliki iman / spiritual yang kuat
- Beruntung
- Investasi di perusahaan publik
- Memiliki penasihat investasi yang baik
- Lulus dengan nilai terbaik
Membaca hasil survey di atas, orang tua yang putra/putrinya bersekolah di sekolah biasa tetaplah optimis. Banyak sekolah yang sepertinya biasa saja tetapi para guru, lingkungan sekolah menjunjung tinggi kejujuran, mengajarkan disiplin dengan cara yang familiar, contoh pergaulan yang sehat dengan percaya diri yang positif. Penentu utama kesuksesan bisa diperoleh, dipelajari dimana saja.
Saya Sukses atau Gagal ?
Tentu saja tulisan di atas tidak berarti nilai akademis tidak penting . Yang penulis ingin sampaikan adalah agar orang tua (dan juga guru/sekolah) mau memperhatikan faktor-faktor lain selain nilai-nilai akademis. Karena kesuksesan adalah kemampuan masing-masing pribadi mengembangkan potensi diri secara optimal dengan penuh cinta. Sukses tidak ditentukan dengan jumlah uang yang bisa dikumpulkan (meskipun obyek penelitian Thomas J. Stanley, Ph.D orang-orang kaya secara finansial), bukan dengan banyaknya kejuaraan yang diperoleh, bukan dengan total angka yang diraih, bukan pula dari pujian orang lain. Seperti kata Bunda Teresa: Pada akhirnya yang menentukan bukanlah engkau dengan mereka, tetapi engkau dengan Dia.
SUCCESS ISN'T JUST MAKING MONEY. SUCCESS IS DOING SOMETHING POSITIVE FOR OTHERS.
( ANNA MICHELOTTI)