YAYASAN PANGUDI LUHUR PUSAT
Yayasan Pangudi Luhur - Jl. Dr. Sutomo 4 Semarang 50244 Indonesia  Telp.(024)8314004-8317806 Fax(024)8317806
Sabtu, 16 Januari 2021  - 2 User Online  
BERANDAHUBUNGI KAMI 


02.06.2009 07:32:21 3355x dibaca.
ARTIKEL
TAWARAN PARADIGMA BARU PENDIDIKAN YPL (SEBUAH PERMENUNGAN)

Oleh: W.A Danar Suprihasto adalah Guru SMA PL Don Bosko
          Ag. Supriyono adalah mantan Guru SMA PL Don Bosko

Hubungan antara mengajar dan belajar, apa dan bagaimana guru mengajar; serta apa dan bagaimana peserta didik belajar telah lama menjadi topik hangat yang selalu dibicarakan. Secara ekstrim hal ini sering kali dapat dikaitkan dengan pengertian pendidikan secara tradisional dan progresif.


Pendidikan secara tradisional
Secara tradisional pendidikan bermula dari adanya anggapan bahwa tujuan pengajaran adalah untuk meyakinkan bahwa peserta didik menguasai pengetahuan dan serangkaian nilai (values). Baik pengetahuan maupun nilai-nilai dimaknai sebagai cermin pilihan masyarakat mengenai apa yang diinginkan sebagai gambaran masa depan dan memenuhi kebutuhan pasar.                   


Salah satu ciri khas pendidikan dalam pandangan tradisional adalah mengungkapkan kembali apa yang telah diketahui dan dipelajari (recalling). Dengan demikian, hubungan antara pendidik dan peserta didik telah ditentukan. Peserta didik dipandang sebagai seseorang yang belum menguasai dan memahami pengetahuan dan nilai-nilai yang disaratkan dan guru berperan sebagai orang yang memiliki baik pengetahuan maupun nilai-nilai dan berfungsi untuk menyampaikan pengetahuan serta nilai-nilai tersebut kepada peserta didik.       


Dari perspektif relasi kekuasaan, guru menjadi penguasa dan murid menjadi pihak yang dikuasai (Bdk. Foucault 1972). Foucault meneliti dalam arkeologi pengetahuan bahwa subyektivitas diri dikonstruksi oleh aturan main sistem pengetahuan yang sudah mulai dengan wacana. Manusia bukan pencipta makna atau arti bahasa dalam wacana. Tetapi keberadaannya di